Retnosusilowati’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

LICHENES SEBAGAI INDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI DAERAH TANJUNG LAUT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Lumut kerak atau Lichenes adalah organisme yang merupakan gabungan antara fungi dengan alga, sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Organisme ini hidup secara epifit pada pohon-pohon di atas tanah terutama di daerah dingin, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. Terbukti, kami menjumpai cukup banyak lumut kerak di sekitar lingkungan masyarakat Tanjung Laut.
Lumut kerak tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya, lumut kerak tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Lumut kerak yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali.
Pada lingkungan dengan kualitas udara yang baik, lumut kerak tumbuh subur dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Namun, pada lingkungan yang kualitas udaranya telah terjadi pencemaran, pertumbuhan Lichenes hanya sedikit dan warnanyapun abu-abu hingga kehitaman.B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah
1. Apakah lumut kerak dapat dijadikan sebagai indikator pencemaran udara?
2. Bagaimana persebaran lumut kerak di daerah Tanjung Laut?
3. Mengapa lumut kerak dapat menjadi indikator pencemaran udara?
4. Apa saja aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat Tanjung Laut sehingga menyebakan pencemaran udara?

C. Pembatasan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada:
1. Pencemaran udara.
2. Jenis lumut kerak yang dipakai adalah yang menempel di batang pohon.

D. Rumusan Hipotesis
1. Lumut kerak dapat dijadikan sebagai indikator pencemaran udara.

E. Definisi Operasional
1. Endolitik adalah sifat tumbuhan yang menempel pada organisme lain dengan cara menghancurkan kulit luar organisme tersebut.
2. Epifit adalah sifat menempel.
3. Lichenes adalah organisme yang merupakan gabungan dari fungi dan alga.
4. Thallus adalah tumbuhan yang belum memiliki akar, batang, dan daun sejati.

BAB II
LANDASAN TEORITIS

A. Kajian pustaka berupa teori-teori yang berkaitan
LICHENES
1. Morfologi Lumut Kerak
a. Morfologi Luar
Tubuh Lumut Kerak dinamakan Thallus yang secara vegetattif mempunyai kemiripan dengan alga dan jamur. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan. Bagian tubuh yang memanjang secara seluler dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetatif dari thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan Lichenes.
Berdasarkan bentuknya, Lichenes dibedakan atas empat bentuk:
(i) Crustose
Lumut kerak yang memiliki thallus yang berukuran kecil,datar, tipis, dan selalu melekat pada permukaan batu, kulit pohon, atau tanah. Jenis ini susah untuk mencabutnya tanpa merusak substratnya.
Contoh : Graphis scipta, Haematomma puniceum, Acarospora atau pleopsidium
(ii) Foliosees
Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang tersusun oleh lobus-lobus. Lichen in relatif lebih longgar melekat pada substratnya. Lumut kerak ini melekat pada batu, ranting dengan rhizin. Rhizines ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan.
Contoh : Xantoria, Physicia, Peltigera, Parmelia dll.

(iii) Fruticose
Thallusnya berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan bentuk seperti pita. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu, daun-daunan atau cabang pohon.
Contoh : Usnea, Ramalina dan Cladonia
(iv) Squamulose
Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik, lobus ini disebut squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia.

b. Morfologi Dalam (Anatomi)
Struktur morfologi dalam diwakili oleh jenis foliose, karena jenis ini mempunyai empat bagian tubuh yang dapat diamati secara jelas yaitu:
• Korteks atas, berupa jalinan yang padat disebut pseudoparenchyma dari hifa jamurnya.
• Daerah alga, merupakan lapisan biru atau biru hijau yan terletak di bawah korteks atas.
• Medulla, terdiri dari lapisan hifa yang berjalinan membentuk suatu bagian tengah yang luas dan longgar.
• Korteks bawah, lapisan ini terdiri dari struktur hifa yang sangat padat dan membentang secara vertikal terhadap permukaan thallus atau sejajar dengan kulit bagian luar

2. Klasifikasi Lichenes
Lichenes memiliki klasifikasi yang bervariasi dan dasar-dasar klasifikasinya secara umum adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan komponen cendawan yang menyusunnya:
a. Ascolichens
• Cendawan penyusunnya tergolong Pyrenomycetales, maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium. Contoh: Dermatocarpon
• Cendawan penyusunnya tergolong Discomycetes.
b. Basidiolichenes
Berasal dari jamur basidiomycetes dan alga Mycophyceae.
c. Lichen Imperfect
Deuteromycetes fungi, steril. Contoh : Cystocoleu
2. Berdasarkan alga yang menyusun thallus
a. Homoimerus
Sel alga dan hifa jamur tersebar merat pada thallus.
b. Heteromerous
Sel alga terbentuk terbatas pada bagian atas thallus dan komponen jamur menyebabkan terbentuknya thallus.

3. Berdasarkan type thallus dan kejadiannya
A. Crustose
Merupakan lapisan kerak atau kulit yang tipois dia tas batu, tanah atau kulit pohon.
B. Fruticose
Lichen semak, seperti silinder rata atau seperti pita dengan beberapa bagian menempel pada bagian dasar atau permukaan.

3. Kegunaan Lichenes
Lichenes memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya, antara lain :
• Lichenes sebagai bahan makanan
• Lichenes sebagai obat-obatan
• Lichenes sebagai antibiotik
• Lichenes yang berbahaya

PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara boleh didefinasikan sebagai terdapatnya gas, cecair atau zarah yang terkandung di udara sehingga berlakunya perubahan dan menjejaskan kehidupan atau bahan-bahan lain. Bahan-bahan tersebut terampai di udara dan memberi kesan negatif kepada manusia, tumbuh-tumbuhan dan haiwan. Ini sebabkan bahan-bahan ini akan masuk ke tubuh manusia melalui pernafasan dan berupaya menyekat pengaliran oksigen ke dalam salur-salur darah. Ini boleh menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit kekejangangan, barah, asma, kekejangan dan anemia.
Habuk, asap, kabus, wap atau bahan-bahan lain yang boleh menghalang penglihatan mata merupakan pelbagai bentuk pencemaran udara.
Klasifikasi Pencemaran Udara
Pencemaran udara dibahagikan kepada dua bahagian, iaitu:
• Pencemaran Udara Primer
Penghasilan sulfur monoksida dan karbon monoksida akibat daripada proses pembakaran yang tidak lengkap adalah punca pencemaran udara primer. Proses ini menyebabkan zarah-zarah yang halus terampai-ampai di udara dan memberi kesan sampingan kepada kesihatan kita.
Kebanyakan pencemaran udara primer ini dilepaskan melalui ekzos kenderaan, kawasan industri dan penggunaan dapur arang atau kayu.
• Pencemaran Udara Sekunder
Pencemaran udara sekunder pula adalah tindak balas sulfur dioksida yang bergabung dan membentuk dengan gas-gas yang tidak diperlukan oleh benda hidup.
Sulfur dioksida memerlukan gas seperti karbon monoksida dan sufur monoksida (pencemar primer) untuk membentuk gas-gas lain. Sebagai contoh, gabungan sulfur dioksida, sulfur monoksida dan wap air akan menghasilkan asid sulfurik. Tindakbalas antara pencemar primer dengan gas-gas terampai di atmosfera akan menghasilkan peroksid asetil nitrat (PAN).
Jenis-jenis Bahan Pencemar
Antara jenis-jenis bahan pencemar adalah seperti berikut :
• Sulfur dioksida
• Karbon monoksida
• Nitrogen dioksida dan ozon
• Alergen
• Plumbum dan logam-logam lain
Punca Pencemaran
Pencemaran udara boleh berpunca daripada :
• Pelepasan asap kenderaan
• Proses industri – penghasilan bahan pencemaran oleh kilang-kilang asbestos/ simen/ bateri kereata
• Pembakaran di tempat pelupusan – pembakaran terbuka di bandar
• Pembakaran hutan
• Pelepasan habuk – pembakaran sisa kayu/ sekam padi
• Bahan-bahan sisa bandaran – sampah-sarap , sisa-sisa makanan
• Aktiviti Masyarakat – membakar sampah, memasak menggunakan arang/ kayu, merokok
Kesan Pencemaran
Kesan-kesan pencemaran udara :
• Kesihatan terjejas
• Pertanian yang tidak produktif
• Kemalangan mudah berlaku – akibat penglihatan yang kabur mengotorkan persekitaran – habuk

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan tanggal Percobaan
Penelitian karya tulis ini dilakukan selama dua hari dari tangal 15 Februari 2008 sampai 16 Februari 2008 di SMKN 2 tanjung laut dan Pantai Marina PT.BADAK.
B. Alat dan Bahan
• Quadran
• Pohon-pohon besar
• Alat tulis

C. Menentukan sampel penelitian
Sampel penelitian adalah tanaman Lichenes yang ada di Tanjung Laut dan Pantai Marina.

D. Cara mendapatkan sampel
Sampel diambil secara acak pada batang pon dengan menyebar Quadran.

E. Menentukan variable (bebas, terikat, dan kontrol)
Variable bebas : lichenes yang ada di daerah yang udaranya seperti di sekitar pantai marina
Variable terikat : Udara
Variable kontrol : Lichenes yang ada di daerah yang udaranya tidak terlalu tercemar seperti di daerah tanjung laut.

F. Cara kerja / langkah-langkah penelitian
• Membuat quadran
• Hitung lebar/luas lichenes pada cuadran

G. Rancangan Penelitian

Pohon 1 2 3 4 5
Jumlah yang tertutup (kotak)
Jumlah yang tidak tertutup (kotak)
Presentase

H. Teknis Analisis Data
Dengan perbandingan antara dua daerah yang berbeda persebaran lumut keraknya.

BAB IV
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Penyajian data hasil penelitian
1. Presentase lumut kerak di daerah sekitar Pantai Marina adalah 0%.
2. Presentase lumut kerak di daerah sekitar SMKN 2 Tanjung Laut.

Pohon 1 2 3 4 5
Jumlah yang tertutup (kotak) 12 13 10 10 11
Jumlah yang tidak tertutup (kotak) 4 3 6 6 5
Presentase 75% 80% 60% 65% 70%

Presentase secara keseluruhan:

B. Interpretasi data
Kami melihat ketiadaan lumut kerak di daerah sekitar Pantai Marina. Sedangkan di daerah sekitar SMKN 2 Tanjung Laut, kami dapat menemukan banyak lumut kerak yang hidup dengan menempel pada batang pohon.

C. Analisis data
Kami mengananilis bahwa di daerah Pantai Marina tidak terdapat lumut kerak karena lokasinya dekat dengan pabrik gas bumi sehingga banyak polusi udara yang mencemari daerah sekitar dan menyebabkan lumut kerak tidak dapat berkembang biak. Sebaliknya, di daerah sekitar SMKN 2 Tanjung Laut, kami dapat menemukan banyak lumut kerak yang menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak terlalu tercemar udaranya.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Dari penelitian yang telah kami lakukan, kami mengambil kesimpulan bahwa lumut kerak bisa dijadikan sebagai indikator pencemaran udara karena tumbuhan ini tidak dapat hidup di daerah yang tercemar udaranya.
2. Rata-rata persebaran lumut kerak di daerah sekitar SMKN 2 Tanjung Laut adalah 70%.
3. Udara di daerah sekitar SMKN 2 Tanjung Laut masih belum terlalu tercemar.

B. Saran
1. Kami menyarankan untuk diadakan penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat pencemaran daerah-daerah lain di Bontang.
2. Diadakan penelitian lanjutan untuk mengetahui jenis-jenis lumut kerak yang paling rentan terhadap polutan udara.
3. Jenis kuadran yang dipakai dibuat lebih permanen dan lebih baik lagi didapatkan pengukuran yang lebih optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Bold, H. C., C. J. Alexopoulus, T. Delevorycas. 1987. Morphology of Plants and Fungi. Fifth edition. Harper and Row Publisher: New York.

Duta, A. C. 1968. Botany for Degree Students. Oxford University: Bombay-Calcuta-Madras.

Misra, A., R. P. Agrawal.1978. Lichens (A Premiliminary Text). Oxford and IBH Publishing Co: New York-Bombay-Calcuta.

Sharnoff, S. D. 2002. Lichen Biology And The Environment The Special Biology Of Lichens. http:// http://www.lichen.com

Hbgjhbggfjgkjgbkjbbhjkh . Lichens And Wildlife. http://www.lichen.com

Hbgjhbggfjgkjgbkjbbhjkh . Lichens And People. For a Bibliographical Database of the Human Uses of Lichens. http://www.lichen.com

Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

http://www.google.com

http://www.yahoo.com

Belum Ada Tanggapan to “LICHENES SEBAGAI INDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI DAERAH TANJUNG LAUT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: